Kamis, 21 Juni 2012

Rasi Bintang Pegasus

Di alam semesta raya ini banyak terdapat rasi-rasi bintang, salah satunya adalah Pegasus, rasi bintang ini di lambangkan dengan gambar Kuda Terbang, dan dinamai dari sebulah mitologi Yunani. Rasi ini merupakan salah satu dari 88 rasi bintang yang cukup terkenal, dan juga satu dari 48 rasi bintang yang didaftar oleh PTOLEMY (sejarahwan Yunani dari Alexandria).
Pegasus adalah anak dari Poseidon atau Neptunus dan Medusa. Pegasus dilahirkan dari kepala medusa yang dipenggal oleh Perseus, ketika kepala Medusa telah dipenggal, keluarlah Pegasus yang berbentuk sebagai kuda bersayap yang hidup abadi. Perseus yang merupakan anak dari Dewa Zeus dengan manusia juga terdapat dalam rasi bintang di belahan bagian utara bersamaan dengan Pegasus.

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pegasus_%28rasi_bintang%29

Bunga Calendula


Bunga Calendula ini termasuk jenis bunga yang tidak terlalu di kenal. Jenis bunga ini adalah milik mereka yang berkelahiran di bulan oktober yang mempunyai arti kepuasan dan kemantapan. Bunga calendula ini juga dijadikan sebagai bunga yang paling sakral di India, biasanya diletakkan seperti kalung di leher-leher patung dewa. Bunga calendula ini mempunyai arti “tiap sepanjang bulan” dan alasan dari namanya adalah bunga ini selalu tumbuh di tiap awal bulan, dan pada musim panas bunga calendula ini tumbuh nonstop dan jarang menemui kendala. Bunga calendula atau bisa juga di sebut "marigold" sangat cocok dijadikan sebagai antiseptik dan antifungal karena berisi hormon dan vitamin A precursors yang mampu mengobati sengatan lebah, luka bakar, sakit kepala, sakit gigi, demam, masalah menstrual, penyakit mata dan luka atau iritasi pada kulit. Bunga calendula ini bisa juga dimanfaatkan untuk mengusir serangga atau dijadikan sebagai obat anti-serangga, dan dalam dunia dapur bunga calendula dijadikan sebagai bumbu atau zat pewarna makanan.

sumber : http://elevenmillion.blogspot.com/2009/07/bunga-calendula-marigold.html

Sabtu, 02 Juni 2012

Aplikasi Penguji (Software Testing)

Aplikasi penguji dapat memberikan informasi tentang kualitas produk atau jasa di uji dan juga memberikan kualitas independen, dan objektifitas perangkat lunak yang memungkinkan para user untuk mengerti, menghargai dan memahami risiko ketika menjalankan aplikasi. 
Aplikasi penguji, tergantung pada metode penguji yang digunakan, bisa diterapkan pada ketika saat dibuat. Tetapi, sebagian besar pengujian terjadi setelah persyaratan yang telah dibuat dan proses pengkodean selesai. Dengan demikian, metodologi tes diatur oleh metodologi pengembangan perangkat lunak dipakai. Model pengembangan perangkat lunak yang berbeda-beda akan memfokuskan upaya pengujian pada titik-titik yang berbeda dalam proses pembuatan. 
 
-BlackBox Testing
Black-box testing adalah metode pengujian perangkat lunak yang tes fungsionalitas dari aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerja. Pengujian kasus dibangun di sekitar spesifikasi dan persyaratan. Menggunakan deskripsi eksternal perangkat lunak, termasuk spesifikasi, persyaratan, dan desain untuk menurunkan uji kasus. Tes ini dapat menjadi fungsional atau non-fungsional, meskipun biasanya fungsional. Perancang uji memilih input yang valid dan tidak valid dan menentukan output yang benar. Tidak ada pengetahuan tentang struktur internal benda uji itu.
Metode uji dapat diterapkan pada semua tingkat pengujian perangkat lunak: unit, integrasi, fungsional, sistem dan penerimaan.Ini biasanya terdiri dari kebanyakan jika tidak semua pengujian pada tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga bisa mendominasi unit testing juga.
 
Metode ujicoba blackbox memfokuskan pada keperluan fungsional dari software. Karna itu ujicoba
blackbox memungkinkan pengembang software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih
seluruh syarat-syarat fungsional suatu program. Ujicoba blackbox bukan merupakan alternatif dari ujicoba
whitebox, tetapi merupakan pendekatan yang melengkapi untuk menemukan kesalahan lainnya, selain
menggunakan metode whitebox.
Ujicoba blackbox berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya :
1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang
2. Kesalahan interface
3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
4. Kesalahan performa
5. kesalahan inisialisasi dan terminasi



sumber : http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2010/12/13/blackbox-testing/

Rabu, 11 April 2012

Tentang APJII , Internet, ID NIC dan ID CERT

APJII

     APJII atau Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, yang di dirikan pada tanggal 15 Mei 1996. Ada beberapa program kunci yang dilakukan guna untuk mengembangkan jaringan internet di Indonesia, diantaranya adalah: Membentuk Indonesia Network Information Center atau ID-NIC, Memberlakukan tarif jasa Internet, Membentuk Indonesia Internet Exchange atau IIX, Menegosiasikan tarif infrastruktur Jasa Telekomunikasi dan Internet di Indonesia, serta memberikan usulan-usulan jumlah dan jenis provider yang berlaku. 

     APJII ini juga memberikan layanan jasa yang menguntungkan bagi setiap anggotanya, antara lain: Penyelenggaraan Seminar, Memberikan perlindungan kepada anggota dan memberikan masukkan kepada pemerintah tentang masalah demi kepentingan anggotanya, menyediakan informasi yang berkaitan dengan kebutuhan, menyelenggarakan komunikasi dan memberikan konsultasi setiap anggotanya, alokasi ID Address dan Koneksi Indonesia Internet Exchange.


Perkembangan Internet Saat Ini

    Perkembangan Internet di masa kini sangat pesat, dibandingkan dahulu dimana internet merupakan hal langka untuk di dapatkan. saya sendiri mengenal internet ketika berada di kelas 1 SMP ketika itu para penyedia konten masih terbatas dan hanya menyediakan informasi yang masih searah dan masih jarang konten yang untuk social networking seperti sekarang.

     Dulu saya mengenal beberapa konten social networking antara lain ICQ, MSN, dan MIRC yang merupakan konten chatting yang mendunia, namun sekarang seiring perkembangan jaman konten-konten yang menyediakan informasi dan social media menjamur. Dulu dalam mengakses internet banyak yang menggunakan Dial-Up, dan sampai sekarang pun masih ada dan bisa digunakan, tapi perlahan media akses lain yang berkembang menyediakan berbagai layanan dan kualitas yang lebih bagus dan kompetitif membuat media Dial-up menjadi terbelakang di saat ini. Sekarang juga tersedia layanan hotspot atau WIFI yang gratis dan ada juga beberapa diantaranya yang berbayar, fasilitas ini memberikan kualitas internet yang mencukupi untuk berselancar di dunia maya.

Penyedia Konten yang Sehat

    Menjamurnya konten-konten yang tersedia saat ini mulai dari bidang pendidikan, pemerintahan, media sosial, dan konten yang mengandung hal-hal berbau pornografi yang dapat memberikan efek negatif bagi para pemakai yang menyalahgunakannya membuat kita sering kali menjadi pengguna internet yang tidak sehat. Untuk itu kita harus pintar dalam memilih dan menggunakan konten sesuai dengan kebutuhan.


Kaitan Masalah di atas dengan UU ITE

    Masalah di atas sangat berkaitan dengan UU ITE, dimana UU ITE di buat untuk melindungi, mencegah dan meminimalisir tindak kejahatan dan penyalah gunaan internet.


ID CERT

   ID CERT adalah Indonesia Computer Emergency Response Team yang merupakan sebuah organisasi yang melakukan advokasi dan mengkoordinasi tentang penanganan insiden keamanan yang ada di Indonesia. Server di Indonesia sering mendapat berbagai ancaman dari berbagai pihak dan beberapa server di Indonesia berhasil di hack oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

    Untuk itu ID CERT di dirikan dan di kembangkan. ID CERT ini sendiri memiliki beberapa misi yaitu: Menyiapkan Sumber Daya Manusia yang handal dalam bidangnya melalui melakukan pelatihan informal dan formal, menyediakan informasi yang akurat tentang keamanan internet, meningkatkan kesadaran tentang keamanan dengan melalui pendidikan yang diberikan dan mekanisme yang lain, serta mengevaluasi semua tools yang di gunakan untuk melindungi sistem.

ID NIC

    ID CERT adalah Indonesia Computer Emergency Response Team yang merupakan sebuah organisasi yang melakukan advokasi dan mengkoordinasi tentang penanganan insiden keamanan yang ada di Indonesia. Server di Indonesia sering mendapat berbagai ancaman dari berbagai pihak dan beberapa server di Indonesia berhasil di hack oleh orang yang tidak bertanggung jawab, untuk itu ID CERT di dirikan dan di kembangkan. 

    ID CERT ini sendiri memiliki beberapa misi yaitu: Menyiapkan Sumber Daya Manusia yang handal dalam bidangnya melalui melakukan pelatihan informal dan formal, menyediakan informasi yang akurat tentang keamanan internet, meningkatkan kesadaran tentang keamanan dengan melalui pendidikan yang diberikan dan mekanisme yang lain, serta mengevaluasi semua tools yang di gunakan untuk melindungi sistem.




referensi :
http://www.iix.net.id/library/IIX-IDNIC.pdf
http://www.paume.itb.ac.id/rahard/sekurindo/latar.html
http://www.cert.or.id/
http://www.idnic.net/

Rabu, 04 April 2012

Software Open Source

     Open Source merupakan sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh individu / lembaga pusat, tetapi oleh pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet).

     Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.
 
   Open Source ini lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.
   Pada intinya konsep sumber terbuka adalah membuka “kode sumber” dari sebuah perangkat. Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode sumber merupakan kunci dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Sumber terbuka hanya sebatas itu. Artinya, dia tidak harus gratis. Definisi sumber terbuka yang asli adalah seperti tertuang dalam OSD (Open Source Definition)/Definisi sumber terbuka.
     Pergerakan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka saat ini membagi pergerakannya dengan pandangan dan tujuan yang berbeda. Sumber terbuka adalah pengembangan secara metodologi, perangkat lunak tidak bebas adalah solusi suboptimal. Bagi pergerakan perangkat lunak bebas, perangkat lunak tidak bebas adalah masalah social dan perangkat lunak bebas adalah solusi.
Manfaat open source :
  • Open source membebaskan kita dari biaya lisensi karena ia bersifat GNU/GPL (General Public License) yang justru membolehkan kita untuk menggunakan, mempelajari dan memodifikasi serta menyebarluaskan untuk umum. Apalagi untuk sebuah perusahaan besar yang juga menggunakan resource besar. Penggunaan software yang terlalu banyak pasti juga akan menambah biaaya/cost yang besar hanya untuk membeli software.
  • Dengan menggunakan open source kita dapat mengurangi tingkat pembajakan software berlisensi yang bisa merugikan vendor software dan merupakan beban moral bagi para pengguna software bajakan (crack).
  • Open source yang bersifat terbuka dan dapat kita pelajari source codenya bisa kita jadikan referensi, khususnya bagi seseorang yang bergelut dengan dunia IT.
 Sumber : http://www.google.com

COCOMO

    COCOMO (Constructive Cost Model) merupakan model algoritma estimasi biaya perangkat lunak yang dikembangkan oleh Barry Boehm. Model ini menggunakan rumus regresi dasar dengan parameter yang berasal dari data historis proyek dan karakteristik proyek saat ini.

   COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981, Barry W. Boehm’s Book Software engineering economics sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak.

    Pada tahun 1981,studi 63 proyek juga diadakan di TRW Aerospace yang mana Barry Boehm sebagai direktur riset perangkat lunak dan teknologi. Penellitian ini memeriksa proyek-proyek mulai dari ukuran 2000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari bahasa rakitan sampai PL/I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses pembangunan software di tahun 1981. Referensi untuk model ini biasa disebut COCOMO 81.

OCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki yang tingkatannya semakin rinci dan akurat. Ketiga bentuk hirarki tersebut adalah sebagai berikut:

1. Basic (COCOMO I 1981)
Tingkat pertama ini sangat baik digunakan untuk order awal dan estimasi kasar besarnya biaya perangkat lunak. Namun, akurasinya terbatas karena kurangnya faktor perhitungan perbedaan atribut proyek (cost drivers).

2. Intermediate (COCOMO II 1999)
Tingkat kedua ini akan mengambil dan menghitung besarnya program dan cost drivers (faktor-faktor yang berpengaruh langsung kepada proyek), spt: hardware, personnel, dan atribut-atribut proyek.

3. Detailed COCOMO
Tingkatan terakhir ini merupakan catatan tambahan untuk pengaruh fase proyek individu. Tahap ini akan memperhitungkan semua karakteristik dari intermediate di atas dan cost driver dari setiap fase dalam SW lifr cycles (analisis, design, implementasi, dll).



sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/COCOMO
http://haryanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16702/COCOMO.ppt
http://freezcha.wordpress.com/2011/04/

Kriteria Manager Proyek yang Baik

   Menurut Project Mangement Body of Knowledge Guide, mengatakan bahwa manajer proyek seseorang yang bertanggung jawab dalam mengurus sebuah proyek. Menurut Ritz (1994) seorang manajer proyek berasal dari suatu institusi atau seorang pengusaha yang sinonim dengan pengurus, eksekutif, supervisor dan boss.

  Pemilihan seorang manajer proyek merupakan satu dari dua atau tiga keputusan paling utama mengenai proyek. Manajer proyek perlu memiliki kerangka harapan agar dapat berhasil dengan baik. Berikut adalah daftar kepopuleran, keterampi– lan dan kualitas yang dicari manakala pemilihan seorang manajer proyek:
1. Latar belakang teknis yang kuat.
2. Seorang manajer yang keras kepala.
3. Individu yang bersifat dewasa.
4. Seseorang yang tersedia.
5. Seseorang yang memiliki hubungan baik dengan para eksekutif senior.
6. Seseorang yang dapat memelihara kebahagiaan tim proyek.
7. Orang yang telah bekerja dalam beberapa departemen berbeda.

Kriteria Manajer Proyek Yang Efektif

  Tidak ada yang sempurna, kata ini memang menunjukkan sebuah realitas. Bagaimanapun tuntutan kesempurnaan kerja seorang manajer proyek yang efektif tidak dapat seratus persen terwujud. Akan tetapi ada beberapa criteria dan usaha pendekatan ke arah sana. Grey&Larson (2006) mendeskripsikan beberapa indicator, ciri dan kualitas seorang manajer proyek yang efektif. Beberapa kontradiksi yang dihadapkan oleh manajer proyek antara lain:
• Inovasi dan menjaga stabilitas.
• Menetapkan gambaran dan terlibat langsung di lapangan.
• Mendorong individu tetapi juga menekan tim.
• Campur tangan atau tidak.
• Fleksibel tapi ketat.
• Loyalitas tim dan loyalitas organisasi.
Kontradiksi ini memerlukan kecakapan khusus bagi manajer proyek untuk mengambil posisi mereka dan menempatkan keputusan sesuai dengan keadaan. Terpaku pada suatu prinsip yang ketat tidak akan menyelesaikan masalah, karena manajer proyek tidak bekerja sendiri. Dalam buku yang sama Grey&Larson (2006) juga menggambarkan ciri-ciri dari seorang manajer proyek yang efektif. Diantaranya adalah:
1. Pemikir Sistem, kemampuan dalam berpikir untuk mengelola interaksi antar komponen dan sumber daya proyek yang berbeda-beda, karena tidak bisa dikatakan efektif apabila penyelesaian masalah hanya secara parsial. Hal ini akan mempersulit sang manajer untuk mengambil keputusan.
2. Integritas Pribadi, membangun dan meningkatkan kemampuan diri menjadi sangat penting dilakukan terlebih dahulu sebelum meningkatkan kemampuan anggota tim.
3. Proaktif, bedakan dengan reaktif. Para manajer proyek dituntut tidak hanya akan melihat peristiwa yang telah terjadi (reaktif), akan tetapi juga selalu meneropong masa depan dan berjuang keras menemukan masa depan proyek (Kartajaya, 2003)
4. Toleransi yang tinggi terhadap Stress, mengingat proyek merupakan hal yang rumit dan kompleks, pasti akan menimbulkan tekanan terhadap orang yang bebankan tanggungjawab kepadanya. Manajer proyek harus mampu mengelola kondisi psikologis mereka agar dapat bertahan dalam tekanan.
5. Perspektif Bisnis Umum, seorang manajer proyek harus memahami dasar-dasar bisnis dari disiplin teknis yang berbeda-beda sebagai kerja antar fungsional.
6. Politikus Mahir, strategi dalam menghadapi banyak orang dan mendapatkan dukungan dari semua pihak merupakan cirri penting manajer proyek yang sukses.
7. Optimis, Slater (1999) dalam bukunya Saving Big Blue mengatakan “Anda dalam kesulitan Besar jika Menganggap anda Sudah Selesai”. Maksud dari kata-kata ini ialah, masalah-masalah yang sudah diselesaikan tidak bisa kita lepas begitu saja, karena pada nantinya kan bermunculan masalah-masalah baru di dalam pelaksanaan proyek. Kepercayaan diri terhadap proyek, mampu membuat seorang manajer proyek melakukan inovasi dan mengubah strategi proyek ke arah yang lebih baik tanpa meninggalkan perencanaan yang telah ditetapkan.


http://freezcha.wordpress.com/2011/05/